Translate

Sunday, March 10, 2013

The Balance Between Popularity and Skill Performance

Fenomena selebriti yang mengalihkan perhatian pada bidang sastra tidak hanya terjadi di Indonesia saja seperti yang diwakili oleh sosok Dewi ‘Dee’ Lestari. Kurang lebih 10 tahun silam, Madonna, salah satu musisi ternama dunia juga pernah melakukan hal tersebut. Di tengah karir bermusiknya, Madonna memutuskan untuk menulis beberapa buku untuk anak. Masyarakat -termasuk saya- pun penasaran :

“Kayak apa sih, buku yang ditulis oleh seorang selebriti seperti Madonna?”

Madonna Saat Peluncuran Salah Satu Bukunya, “Mr. Peabody’s Apple”

Di antara buku-buku anak yang pernah ditulis Madonna, saya akan membahas salah satu karyanya yang berjudul “Yakov and The Seven Thieves” (“Yakov dan Tujuh Pencuri”). Berkisah tentang seorang pembuat sepatu bernama Yakov, yang gelisah karena anak lelakinya sedang sekarat. Di tengah keputusasaannya, ia meminta nasehat kepada Orang Tua Bijak dan wakilnya yang bernama Pavel.  Atas saran sang Orang tua Bijak, Yakov akhirnya mengumpulkan 7 pelaku kriminal dari kota untuk mendoakan keselamatan putranya. Jika seorang kriminal yang kerap melakukan tindakan menyimpang sampai mau bersimpuh dan berdoa, maka keajaiban pun terjadi.


Sampul Depan dan Belakang dari “Yakov dan Tujuh Pencuri”
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

 Tidak adanya sinopsis di bagian belakang buku sepertinya tindakan yang ‘cerdas’, karena cukup berhasil membuat penasaran tentang bagaimana isi cerita sebenarnya. Kisahnya tergolong ‘berat’ untuk porsi bacaan anak dan pesan moral yang bisa didapatkan dari cerita ini sebetulnya bisa saja bagus, hanya kurang tersampaikan dengan baik  sehingga malah terkesan janggal.

Bagi beberapa orang, alasan memilih buku ini mungkin lebih kepada personal taste, yaitu buku anak dengan basis gaya gambar menyerupai lukisan-lukisan kuno. Gaya ilustrasi Renaissance dengan watercolour seperti yang dipakai dalam buku ini memberi kesan klasik, realistis tapi juga kelam untuk ceritanya. Sehingga kalau dilihat dari segi kecocokan dengan selera anak-anak mungkin kurang pas, dan tampak lebih ditujukan pada para orang tua yang diharapkan membaca buku ini bersama anak-anak mereka.


Salah Satu Ilustrasi Dalam Buku “Yakov dan Tujuh Pencuri”
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Saya cukup menyayangkan bahwa nama Gennady Spirin, sang illustrator handal yang membawakan buku ini menjadi bernilai dikesampingkan dengan hanya memajang nama “Madonna” besar-besar di bagian sampul depan. Menariknya lagi, sang illustrator tersebut konon mengungkapkan bahwa dirinya hanya pernah berkirim surat sekali dengan Madonna perihal proyek buku ini tanpa bertemu muka sama sekali dengan kliennya itu.  Tapi, Gennady mengakui bahwa proyek ini adalah yang paling menghasilkan dibandingkan dengan proyek-proyek yang pernah beliau tangani sebelumnya.

Gennady Spirin (kiri) dan Salah Satu Ilustrasi Hasil Karyanya dalam Buku “Firebird”
(Sumber : http://www.dianebrowningillustrations.com/2010/12/i-meet-my-favorite-illustrator-at.html)

Oke, nama Madonna sebagai selebriti yang sudah mendunia mungkin dianggap lebih mampu menjual buku tersebut dibandingkan dengan illustrator yang notabene “orang di balik layar”. Tapi tetap terasa kurang adil jika nama sang illustrator tidak mendapat ‘tempat kehormatan’ yang sama dengan si penulis. Bagaimanapun juga, ini adalah sebuah buku anak yang akan menjadi membosankan tanpa bantuan ilustrasi yang memikat.